Hindari Bahan-Bahan Ini Saat Memilih Pelembab Kulit Sensitif

Pelembab merupakan salah satu produk yang harus kamu masukkan ke dalam skincare atau perawatan kulitmu. Penggunaan pelembab secara rutin dapat menjaga kelembaban kulit dan menghindari dari dehidrasi.

Namun, dalam pemilihan pelembab kamu harus hati-hati dan menyesuaikan dengan tipe kulitmu, apalagi jika kamu memiliki kulit yang sensitif. Sebaiknya kamu berhati-hati saat memilih pelembab kulit sensitif agar tidak berefek buruk bagi kulit.

Apa itu Kulit Sensitif?

Sebelum membahas tentang cara memilih pelembab yang bagus untuk kulit sensitif, yuk kenali dulu apa itu kulit sensitif.

Jadi, kulit sensitif itu tipe kulit yang bagaimana, sih? Kulit sensitif merupakan kulit yang tidak toleran terhadap berbagai kandungan kosmetik atau pun skincare.

Oleh karena itu berhati-hatilah saat memilih pelembab wajah untuk kulit sensitif.  Orang yang memiliki kulit sensitif merasakan gejala tidak nyaman pada wajah mereka, bahkan sebagian dari mereka mengalami eritema atau kemerahan.

Penyebab Kulit Sensitif

Sebenarnya, ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang memiliki kulit yang sensitif, mulai dari faktor genetik hingga faktor lingkungan sekitar. Namun, ada beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan seseorang memiliki kulit sensitive. Faktor-faktor itu antara lain adalah.

Pada lapisan kulit manusia terdapat beberapa lapisan. Pada kulit yang sensitif, penyebab terjadinya terletak pada lapisan kulit epidermis. Lapisan epidermis ini merupakan lapisan terluar dari kulit manusia, lapisan ini disebut juga dengan skin barrier.

Pada kulit yang sensitif, lapisan epidermis ini mengalami berbagai masalah yang menyebabkan terjadinya disfungsi. Disfungsi dari epidermis ini menyebabkan kulit lebih rentan dehidrasi. Selain dehidrasi, rusaknya lapisan epidermis kulit juga membuat kulit mudah iritasi karena terjadinya penetrasi oleh iritan.

Penyebab kedua yang menyebabkan kulit sensitif adalah sitokin proinflamasi. Pada kulit yang sensitif akan lebih banyak mengeluarkan sitokin proinflamasi. Zat ini adalah zat yang disekrekasikan oleh sel kulit.

Terjadinya sekrekasi yang tidak normal ini menyebakan kulit terasa tidak menyenangkan. Selain zat tadi, kulit sensitif juga menghasilkan radikal bebas yang terlalu banyak sehingga membuat kulit menjadi intoleransi.

Selain dua faktor tersebut, ada beberapa faktor pemicu yang harus dihindari jika memiliki kulit yang sensitif. Kulit sensitif atau kulit intoleran ini lebih mudah untuk bereaksi terhadap suatu kondisi sehingga disebut sebagai hiper-reaktif.

Secara fisik, kulit yang sensitif akan mudah bereaksi jika terkena radiasi UV, cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin, angin, gesekan hingga variasi suhu. Perlu juga diperhatikan pada bahan-bahan kimiawi yang dapat membuat kulit sensitifmu hiper-reaksi, bahan kimiawi ini biasanya terdapat pada kosmetik, sabun, air, produk cukur, dan sebagainya.

Selain faktor fisik dan kimiawi tersebut, faktor psikologis seperti srres dan emosi serta faktor hormonal juga sangat berpengaruh pada sensitifitas kulitmu.

Untuk menghindari penyebabnya, kamu dapat mencari produk skincare yang cocok dengan kulitmu. Bagaimana cara memilih pelembab yang cocok untuk kulit sensitif?

Pelembab Untuk Kulit Sensitif

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada beberapa kandungan dalam skincare, termasuk pelembab yang sebaiknya dihindari oleh pemilik kulit sensitif agar kulit sensitif tidak mudah iritasi?

Saat memilih pelembab untuk kulit sensitif, sebaiknya kamu menghindari produk yang mengandung bahan-bahan berikut ini.

  1. Alkohol

Alkohol merupakan salah satu kandungan dalam pelembab maupun perawatan kulit lainnya yang tentunya sangat sering kamu temui. Pada dasarnya, alkohol bukanlah kandungan yang berbahaya dan merusak kulit. Namun, sebagian besar orang yang memiliki kulit sensitif tidak cocok bahan kimiawi yang satu ini.

Hal ini karena sifat alcohol yang dapat menarik air dari kulitmu. Sehingga akan meningkatkan risiko iritasi bagi kulit yang sensitif. Oleh karena itu, bagi yang memiliki kulit sensitif sebaiknya menghindari pelembab dan perawatan kulit lainnya yang memiliki kandungan alkohol.

Sebagai gantinya, pelembab untuk kulit sensitif sebaiknya yang memiliki kandungan air agar lebih aman dan tidak gampang iritasi.

  1. Parfum

Parfum adalah hal yang sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari yang berfungsi agar tubuh bisa menjadi wangi. Namun ternyata, kandungan yang satu itu juga sangat sering ditemui pada pelembab dan sejumlah produk perawatan kulit lainnya.

Parfum atau wangi-wangian ini biasanya menggunakan nama ‘fragrance’ pada daftar kandungan yang tertera pada label produk. Namun apakah penggunaan parfum atau wangi-wangian ini pada produk kecantikanmu merupakan suatu yang buruk? Tidak selalu.

Hanya saja, kandungan parfum dengan konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan kulit iritasi apalagi jika kamu memiliki kulit yang sensitif. Oleh karena itu sebaiknya kamu berhati-hati terhadap kandungan fragrance tersebut.

Namun jika kamu terpaksa harus menggunakan produk dengan kandungan parfum atau wewangian ini, maka perhatikan label kemasan dengan seksama. Pastikan presentase kandungan fragrance adalah yang paling rendah di antara kandungan lainnya.

  1. Minyak esensial

Minyak esensial atau lebih dikenal dengan nama essential oil adalah minyak yang biasanya didapatkan dari berbagai ekstrak tanaman. Banyak sekali produk pelembab maupun produk perawatan kulit lainnya yang menggunakan bahan atau kandungan dari minyak esensial ini.

Sebenarnya, minyak esensial ini memiliki efek yang bagus bagi kulit. Namun, beberapa minyak esensial neniliki kadar pH yang asam. Oleh karena pH dari minyak esensial ini yang tergolong sebagai zat asam, produk pelembab ataupun perawatan kecantikan yang mengandung minyak esensial belum tentu bagus untuk kulit sensitive

Hal ini karena sifat asam dapat meningkatkan risiko iritasi. Bagi kamu yang tidak mau mengambil risiko terhadap kulit sensitifmu, ada baiknya kamu menggantikan kandungan minyak esensial ini dengan berbagai kandungan lainnya yang baik untuk kulit tanpa resiko iritasi.

  1. Methylisothiazolinone

Kandungan kimiawi yang bernama methylisothiazolinone atau dapat disingkat menjadi MI merupakan salah satu kandungan pemicu alergi. Methylisothiazolinone ini pemicu paling umum dalam terjadinya alergi dermatitis kontak. Bahan atau kandungan ini juga sangat sering terdapat pada produk pelembab.

Menurut sebuah penelitian di London, sekitar 10% orang yang memiliki kulit sensitif cenderung mengalami reaksi alergi terhadap kandungan ini. Walaupun  tergolong rendah, tapi tidak ada salahnya jika kamu menghindari produk pelembab yang mengandung bahan ini.

  1. Petrokimia

Apakah sebelumnya kamu pernah mendengar istilah petrokimia? Petrokimia ini dikenal juga sebagai pengental sintesis. Kandungan petrokimia atau pengental sintesis ini sering kali dijumpai pada produk perawatan kulit yang berbentuk krim, sepeti pelembab dan losion.

Pengental kimiawi yang sering digunakan dalam kandungan pelembab adalah parafin cair dan minyak mineral. Penggunaan pelembab dengan kandungan petrokimia atau pengental sintesis ini dapat merangsang produksi minyak yang berlebih pada kulit. Sehingga bagi kamu yang memiliki kulit sensitif akan lebih gampang teriritasi.

Itulah beberapa kandungan dalam pelembab ataupun produk kecantikan lainnya yang sebaiknya kamu hindari. Walaupun tidak sepenuhnya buruk untuk kulit, namun jika kamu memiliki kulit sensitif ada baiknya menjauhi beberapa kandungan di atas agar kulitmu tidak gampang mengalami iritasi.



Leave a Reply